RSS
Tampilkan postingan dengan label TULISAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TULISAN. Tampilkan semua postingan

Sejarah Monas

Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1920an.

Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Friedrich Silaban dan R. M. Soedarsono, mulai dibangun 17 Agustus 1961, dan diresmikan 12 Juli 1975 oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto.

Pembangunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.

Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia.

Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Pada hari-hari libur.
==Konstruksi dan Pameran==
Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 meter.

    Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 Kilogram. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.
    Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.

Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.

Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).

Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kudanya, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.

Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario Bross di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar "Bambu Kuning".

Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.

Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 Waktu Indonesia Barat.

 ==Ringkasan==

Seluruh isi monas tingginya 132 m. Lidah api di atasnya tingginya 14 m, lantai 3 di monas tingginya 115 m diatas permukaan tanah. Di dalam monas terdapat 51 diorama. Diorama adalah bahasa Sangsekerta yang berarti dio: dalam, rama: gambar. Jadi, diorama berarti gambar di dalam. Biaya pembangunan monas adalah 7 Miliar rupiah dan blia di jual, lidah apinya, bisa mencapai 14 juta rupiah. Monas sampai saat ini belum di resmikan tetapi dibuka untuk umum pada 12 Juni 1975 oleh Gubernur DKI Jakarta : Ali Sadikin.

Sumber : http://yekih11.blogspot.com/

Saya , Kakak dan Adik saya mempunyai sikap yang berbeda

Saya orang diem , cuek ,tapi rapih . sikap saya ikutin kata mamah aja , kalo kata mamah bagus saya selalu ikutin mamah aja ,

kalo kakak saya juga orang cuek , masa bodo . sikap kakak saya itu gampang marah , kalo udah maunya harus diturutin apa maunya .

kalo sikap adik saya yang satu ini , manja , cengeng , pokoknya semuanya ada deh di dia , tapi orangnya kadang baik tapi kadang-kadang nyebeliin , 

tapi walaupun sikap kita berbeda tapi kita saling menyayangi satu sam yang lain , apalagi sayang kepada papah dan mamah .

aku sayang kaliaan semua ;*

See You Again Wiz Khalifa (Feat. Charlie Puth)

It's been a long day without you my friend
And I'll tell you all about it when I see you again
We've come a long way from where we began
Oh I'll tell you all about it when I see you again
When I see you again

Damn who knew all the planes we flew
Good things we've been through
That I'll be standing right here
Talking to you about another path I
Know we loved to hit the road and laugh
But something told me that it wouldn't last
Had to switch up look at things different see the bigger picture
Those were the days hard work forever pays now I see you in a better place

How could we not talk about family when family's all that we got?
Everything I went through you were standing there by my side
And now you gonna be with me for the last ride

It's been a long day without you my friend
And I'll tell you all about it when I see you again
We've come a long way from where we began
Oh I'll tell you all about it when I see you again
when I see you again

First you both go out your way
And the vibe is feeling strong and what's
Small turn to a friendship a friendship
Turn into a bond and that bond will never
Be broke and the love will never get lost
And when brotherhood come first then the line 
Will never be crossed established it on our own
When that line had to be drawn and that line is what
We reach so remember me when I'm gone

How could we not talk about family when family's all that we got?
Everything I went through you were standing there by my side
And now you gonna be with me for the last ride

So let the light guide your way hold every memory
As you go and every road you take will always lead you home

It's been a long day without you my friend
And I'll tell you all about it when I see you again
We've come a long way from where we began
Oh I'll tell you all about it when I see you again
When I see you again

Gak tau kenapa kalo dengerin lagu ini bawaannya tenang gitu :)

Sumber : http://www.wowkeren.com/lirik/lagu/wiz_khalifa/see-you-again-feat-charlie-puth-ost-furious-7-.html

Aku

Makasih banget buat papah mamah yang udah sayang banget sama saya , papah membelikan sesuatu yang saya inginkan dari dulu. Mamah juga memberikan kasih sayangnya kepadaku dari saya kecil hingga sudah dewasa . Pokoknya kalian berdua adalah orang yang paling berharga dari apapun . Vera sayang papah mamah 

Resep Cara Membuat Ayam Goreng Tepung Lada Hitam

Bahan utama :
Siapkan 1 buah jeruk nipis yang diambil airnya
Siapkan 400 grm daging dada ayam tanpa kulit lalu potong kotak sesuai selera anda
1/4 sendok teh merica bubuk disiapkan
Siapkan 1 butir elur lalu kocok lepas
Selanjutnya 1/4 sendok teh garam (sesuaikan dengan selera) disiapkan
Siapkan 1 sendok makan bawang putih bubuk
siapkan ¼ cup tepung topioka yang 60gr
Siapkan 1/4 cup tepung terigu protein sedang (60 gr)
Siapkan 1 sendok the daun seledri kering
Siapkan minyak untuk menggoreng.
Bahan saus lada hitam :
Siapkan 100 grm brokoli lalu potong-potong
Siapkan 1 buah bawang Bombay ukuran sedang lalu iris memanjang
Siapkan paprika merah ,hijau secukupnya dan potong memanjang.
Siapakan 10 buah jamur kancing lalu potong sesuai selera
Siapkan 1 buah wortel ukuran kecil lalu potong memanjang
Siapkan 1 sendok makan minyak untuk menumis
5 siung bawang putih cincang disiapkan
½ sendok makan tepung topioka dan larutkan dengan 150 ml air
Siapkan 1 1/2 sendok teh merica hitam lalu haluskan agak kasar
Siapkan 1/4 sendok teh garam atau sesuai selera
Siapkan 1 sendok makan saus tiram.
Langkah Cara Kerja membuat :
Langkah awal Lumuri potongan daging ayam dengan air jeruk nipis lalu diamkan selama kurang lebih 15 menit
Kemudian Di mangkuk ukuran sedang, campur tepung terigu dan tepung topiaoka, beri garam, merica bubuk, bawang putih bubuk serta daun peterseli kering lalu aduk rata
Selanjtnya masukkan potongan daging ayam ke dalam telur kocok
Lalu masukkan potongan daging ayam ke dalam campuran tepung yang disiapkan
Kemudian aduk rata hingga potongan daging ayam terbalut dengan tepung
Terakhir Goreng dalam minyak panas dengan api sedang/pas hingga kekuningan dan garing
Selesai angkat dan tiriskan.
Cara membuat saus lada hitam :
Langkah tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum
Kemudian masukkan wortel, aduk rata dan masak hingga wortel agak lunak
Kemudian masukkan brokoli dan jamur serta paprika lalu masak hingga brokoli berubah warna
Kemudian  Tambahkan garam dan lada hitam serta saus tiram hingga aduk rata Selanjutnya tambahkan larutan tepung tapioka
Lalu masak hingga matang
Terakhir angkat dan siap disajikan di atas ayam goreng tepung lada hitam
Nah dari langkah-langkah itu tadi tercantum dengan baik dan semoga berhasil. Resep sepesial ini kami sajikan pada anda dari Dapuranda.com dan jangan lupa saksikan lagi resep yang enak dan unik akan membuat anda ketagihan dan resepnya seperti Resep Cara membuat Udang Goreng Mentega Lezat. Oke sekian buat anda yang setia membaca resep ini.


Sumber : http://dapuranda.com/resep-cara-membuat-ayam-goreng-tepung-lada-hitam-lezat/

Lirik Lagu RAN - Dekat Dihati


Dering tel'fonku membuatku tersenyum di pagi hari
Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi
Entah mengapa aku merasakan hadirmu di sini
Tawa candamu menghibur saatku sendiri

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku s'lalu menunggu saat kita akan ber-jumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun.. Dekat di hati..
-
Dering tel'fonku membuatku tersenyum di pagi.. hari
Tawa candamu menghibur saatku sendiri

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku s'lalu menunggu saat kita akan ber-jumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun.. Dekat di hati..
-
Ho. Hoo..
Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku s'lalu menunggu saat kita akan ber-jumpa..

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun kau dekat di hati
Jarak dan waktu tak'kan berarti
Karena kau akan selalu dihati
Bagai detak jantung yang kubawa kemanapun ku pergi

O.O.Oo..
Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun.. Dekat di hati..
Dekat di hati..
Dekat di hati..

Sumber : http://liriklagulebih.blogspot.com/2014/08/lirik-lagu-ran-dekat-dihati.html

"PUISI CINTA “PENGHIANATAN CINTA”

Semua pengorbananku selama ini tak berarti
Mencoba tetap bertahan untuk setia
Namun apa yang kudapatkan, hanyalah penghianatan
Pernah kucoba untuk berpaling
Mengalihkan dunia dari yang lain
Ku coba untuk tetap setia, kucoba setia untuk selalu bersamamu
Tak mampu aku menerima ini semua
Pengorbanan yang selama ini, sia-sia
Cerita indah yang pernah kita lalui kini hanya tinggal kenangan
Senyuman berubah menjadi kesedihan
Tak pernah kuduga dan pernah kumenyangka
Kau tega menghiati cinta tulus ku
Entah apa yang pernah aku perbuat
Hingga kau tega menusukku dari belakang
Selama ini aku tak pernah menyakiti hatimu
Selama ini aku selalu berusaha untuk membuatmu tersenyum
Tapi, dimana salahku
Hingga kau menghianati cinta tulusku

Sumber : https://www.facebook.com/permalink.php?id=242718692417226&story_fbid=559262444096181

Museum Sejarah Kota Jakarta / Museum Fatahilla

Pada masa pemerintahan VOC di Batavia, Museum Sejarah Jakarta mulanya digunakan sebagai gedung Balaikota (Stadhuis). Pada tanggal 27 April 1626, Gubernur Jenderal Pieter de Carpentier (1623-1627) membangun gedung balaikota baru yang kemudian direnovasi pada tanggal 25 Januari 1707 di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Joan van Hoorn dan baru selesai pada tanggal 10 Juli 1710 di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck.
Selain sebagai Balaikota, gedung ini juga berfungsi sebagai Pengadilan, Kantor Catatan Sipil, tempat warga beribadah di hari Minggu, dan Dewan Kotapraja (College van Scheppen). Pada tahun 1925-1942 gedung ini juga dimanfaatkan sebagai Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pada tahun 1942-1945 dipakai untuk kantor pengumpulan logistik Dai Nippon. Tahun 1952 digunakan pula sebagai Markas Komando Militer Kota (KMK) I yang kemudian menjadi Kodim 0503 Jakarta Barat. Setelah itu pada tahun 1968 gedung ini diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta dan kemudian dijadikan sebagai Museum pada tahun 1974.
Museum Sejarah Jakarta yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No.1, Jakarta Barat ini adalah sebuah lembaga museum yang memiliki sejarah yang cukup panjang. Pada tahun 1919, dalam rangka 300 tahun berdirinya kota Batavia, warga kota Batavia khususnya Belanda mulai tertarik dengan sejarah kota Batavia. Pada tahun 1930 didirikanlah sebuah yayasan yang bernama Oud Batavia (Batavia Lama) yang bertujuan untuk mengumpulkan segala ihwal tentang sejarah kota Batavia. Tahun 1936, Museum Oud Batavia diresmikan oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (1936-1942), dandibuka untuk umum pada tahun 1939.
Museum Oud Batavia ini merupakan lembaga swasta di bawah naungan Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Ikatan Batavia untuk Seni dan Ilmu Pengetahuan) yang didirikan pada tahun 1778 dan turut berperan dalam mendirikan Museum Nasional. Koleksi-koleksinya kebanyakan merupakan peninggalan-peninggalan masyarakat Belanda yang bermukim di Batavia sejak awal abad XVI, seperti mebel, perabot rumah tanngga, senjata, keramik, peta, serta buku-buku.
Pada masa kemerdekaan, Museum Oud Batavia berubah nama menjadi Museum Djakarta Lama dibawah naungan LKI (Lembaga Kebudayaan Indonesia) dan pada tahun 1968 diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta. Setelah Museum Sejarah Jakarta diresmikan pada tanggal 30 Maret 1974, maka seluruh koleksi dari Museum Djakarta Lama dipindahkan ke Museum Sejarah Jakarta dan ditambah dengan koleksi dari Museum Nasional.
Sedari tahun 1999 Museum Sejarah Jakarta digagas bukan sekedar sebagai tempat untuk merawat dan memamerkan benda yang berasal dari masa penjajahan, tetapi harus bisa menjadi tempat bagi seluruh khalayak untuk menambah pengetahuan dan pengalaman tentang sejarah kota Jakarta, serta dapat dinikmati sebagai tempat rekreasi. Museum ini berupaya menyediakan berbagai informasi mengenai perjalanan panjang sejarah kota Jakarta, sejak masa prasejarah hingga masa kini dalam bentuk yang lebih kreatif, serta menyelenggarakan kegiatan yang rekreatif dan menarik guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya warisan budaya.

Sumber : http://asosiasimuseumindonesia.org/anggota/64-museum-sejarah-kota-jakarta-museum-fatahillah.html

BINTANG UNTUK SAHABAT

Oleh Siti Halimah

Malam nan suci dan sepi,
menarikku untuk keluar dari rumah.
Kupandangi Langit malam...
Ternyata bertaburkan Bintang yang tak terhitung jumlahnya.

Andaikan ku seorang Bidadari,
Kan kubawa diriku dan sahabatku untuk menari diatas sana.

Kuraih sebuah Bintang terindah,
dan kupersembahkan untuk sahabatku yang selalu menemaniku.

Sumber : http://www.lokerseni.web.id/2015/02/puisi-persahabatan.html

Sinopais Film Insidious


Kali ini saya akan membaha tentang sebuah film horror yang berjudul “INSIDIOUS” yang dibintangi oleh aktor Patrick Wilson (Josh Lambert), artis cantik Rose Byrne (Renai Lambert) dan aktor Ty Simpkins (Dalton Lambert). film ini diproduksi oleh FilmDistrict dan di sutradarai oleh james wan.
Pada awalnya Keluarga Lambert yang baru pindah ke rumah baru mereka akan tetapi semenjak tinggal di rumah baru itu mereka sering diganggu oleh hal-hal aneh.Renai Lambert (Rose Bryne) akhirnya menceritakan semua hal-hal aneh yang dialaminya itu ke suaminya, Josh Lambert (Patrick Wilson). Meski awalnya Josh tidak percaya, begitu ia mengalami kejadian aneh itu sendiri, ia akhirnya percaya. Anak pertama mereka, Dalton Lambert (Ty Simpkins) bermain-main didalam rumah dan ia penasaran untuk masuk kedalam gudang yang ada didalam rumahnya, lalu Dalton mencoba menyalakan lampu gudang itu dengan menaiki tangga kemudian Dalton pun terjatuh dari tangga dan sepertinya ia melihat sesuatu yang membuat ia berteriak sampai-sampai membuat kedua orang tuanya panik. Begitu tahu Dalton hanya sakit biasa karena terjatuh mereka langsung membawa Dalton ke kamarnya agar Dalton beristirahat. Esok paginya, ayah Dalton, Josh hendak membangunkan Dalton anaknya untuk berangkat sekolah, namun Dalton tidak bangun-bangun. Mereka pun membawa Dalton ke rumah sakit. Dan dokter mendiagnosis, Dalton mengalami koma, namun setelah di tes, kondisi tubuh Dalton malah dalam keadaan yang normal. Ini yang membuat mereka bingung. Setelah 3 bulan Dalton tidak terbangun dari komanya dan mulai banyak kejadian aneh yang terjadi, dan akhirnya mereka memutuskan untuk pindah rumah karena mereka merasa rumah baru mereka itu berhantu.
Setelah pindah rumah ternyata kejadian-kejadian aneh masih tetap saja terjadi. Akhirnya ibu Josh, Lorraine Lambert (Barbara Hershey) menyarankan Josh dan Renai untuk mengundang Elise Rainer (Lin Shaye) karena dia orang yang ahli untuk masalah seperti ini.
Awalnya, Elise tidak langsung bertindak begitu saja. Ia memerintahkan Tucker (Angus Sampson) dan Specs (Leigh Whannell) untuk mengecek dahulu apa yang ada didalam rumah tersebut dengan menggunakan peralatan rancangan mereka sendiri. Setelah mengetahui ada mahluk gaib di rumah itu. Elise pun mulai bertindak. Dan disinilah adegan paling menegangkan terjadi di film ini. Elise mencoba mencari Dalton yang tersesat didunia lain yang disebut further yaitu dunia dmana disitu ditempati oleh arwah-arwah penasaran, namun ternyata Elise gagal karena ada iblis jahat yang mengganggunya. Dan satu-satunya orang yang bisa mengembalikan roh Dalton ke dalam tubuhnya hanyalah Josh yang ternyata juga memiliki kemampuan melepaskan diri dari tubuhnya dan masuk ke alam lain. Dan kemudian Josh pun dapat melepaskan diri dari tubuhnya dan masuk kedunia further dimana anaknya Dalton disekap oleh iblis yang ingin mengambil tubuh Dalton, setelah mencari Josh pun menemukan Dalton dan langsung kembali kerumahnya dengan susah payah.

Itulah sepenggal cerita dari film “INSIDIOUS”. Film “INSIDIOUS” ini benar-benar film yang menegangkan, ditambah dengan efek sound yang bisa bikin bulu kuduk berdiri, alur ceritanya juga menarik, dan dandanan para hantunya yang ala tahun 70an juga bener-bener bikin mata merem melek ngeliyatnya, apalagi hantu nenek-nenek yang memakai gaun, haduh klo inget tuch hantu nenek-nenek jadi enggak berani ke WC sendirian. Film ini patut ditonton untuk para penggemar film horror coz film bener-bener film horror beneran, tidak seperti film horror Indonesia yang  sudah kayak kentucki fried chicken yang paha dada paha dada, benar-benar merusak moral bangsa. huft…mungkin itu saja yang bisa saya ceritakan .

Sumber : http://pamungkazdcrazy.blogspot.com/2012/06/sinopsis-film-insidious.html

Cara Membuat Gado – Gado Siram

Cara Membuat Gado – Gado Siram

Bahan :

150 gram kol,iris ,direbus ½ matang
50 gram taoge,siagi ,direbus ½ matang
1 buah tahu putih,goreng
150 gram tempe,goreng
1 buah ketimun,potong dadu
2 butir telur,rebus matang
Daun selada keriting & Emping goreng secukupnya

Bumbu Kacang:

300 gram kacang tanah,goreng,haluskan
500 ml santan dari 1 butir kelapa
1 batang serai,memarkan
2 lembar daun jeruk
4 sdm saus tomat botolan
2 sdm kecap manis
2 sdm minyak goreng
1 sdm penyedap rasa ayam

Haluskan:

2 cabe merah
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
2 cm kencur
1 sdt garam
Pelengkap:
Daun selada,tomat,dan telur rebus
Taburan: bawang goreng



Cara membuat :
1.      Saus: panaskan minyak,tumis bumbu halus hingga harum.Campur tumisan bumbu dengan kacang tanah,santan,serai,daun jeruk,saus tomat,kecap manis, dan penyedap rasa ayam,aduk rata,masak hingga mendidih,angkat.
2.      Rebus sayuran hingga matang,angkat,tiriskan.
3.      Siapkan pinggan,tata sayuran,tahu,dan tempe. Tuangkan bumbu kacang atau sajikan terpisah,taburi bawang goreng. Lengkapi dengan telur rebus dan emping goreng, sajikan.

Kenapa saya memilih masakan ini karena saya suka sekali dengan gado – gado siram ini , rasanya itu lohh enak banget pokoknya .


Sumber : http://resepmasakanindonesia.idcc.info/resep-gado-gado-siram.htm

Apa itu PENGUMPULAN DATA..?

PENGERTIAN PENGUMPULAN DATA

Proses Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap petanyaan penelitian. Jawaban itu masih perlu diuji secara empiris, dan untuk maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Data itu dikumpulkan oleh sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Sampel tersebut terdiri atas sekumpulan unit analisis sebagai sasaran penelitian.

Variabel-variabel yang diteliti terdapat pada unit analisis yang bersangkutan dalam sampel penelitian. Data yang dikumpulkan dari setiap variabel ditentukan oleh definisi operasional variabel yang bersangkutan. Definisi operasional itu menunjuk pada dua hal yang penting dalam hubungannya dengan pengumpulan data, yaitu indikator empiris dan pengukuran.

Metode Pengumpulan

Data Metode penelitian data(Sugiyono, 2002)yang umum di gunakan dalam suatu penelitian adalah:

A.WAWANCARA

Menurut Prabowo (1996) wawancara adalah metode pengmbilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang responden, caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka.Pada penelitian ini wawancara akan dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara. Menurut Patton dalam proses wawancara dengan menggunakan pedoman umum wawancara ini, interview dilengkapi pedoman wawancara yang sangat umum, serta mencantumkan isu-isu yang harus diliput tampa menentukan urutan pertanyaan, bahkan mungkin tidak terbentuk pertanyaan yang eksplisit.

Pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan interviewer mengenai aspek-aspek apa yang harus dibahas, juga menjadi daftar pengecek (check list) apakah aspek-aspek relevan tersebut telah dibahas atau ditanyakan. Dengan pedoman demikian interviwer harus memikirkan bagaimana pertanyaan tersebut akan dijabarkan secara kongkrit dalam kalimat Tanya, sekaligus menyesuaikan pertanyaan dengan konteks actual saat wawancara berlangsung (Patton dalam poerwandari, 1998). Secara garis besar aa dua macam pedoman wawancara, yaitu:

1. Pedoman wawasan tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Tentu saja kreativitas pewawancara sangat diperlukan, bahkan hasil wawancara dengan jenis pedoman ini lebih banyak tergantung dari pewawancara. Pewawancaralah sebagai pengemudi jawaban responden. Jenis interviu ini cocok untuk penilaian khusus.

2. Pedoman wawancara terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai check-list. Pewawancara tinggal membubuhkan tanda (check) pada nomor yang sesuai. Pedoman wawancara yang banyak digunakan adalah bentuk “semi structured”. Dalam hal ini maka mula-mula interviewer menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu per satu diperdalam dalam mengorek keterangan lebih lanjut. Dengan demikian jawaban yang diperoleh bisa meliputi semua variabel, dengan keterangan yang lengkap dan mendalam.

Kerlinger (dalam Hasan 2000) menyebutkan 3 hal yang menjadi kekuatan metode wawancara :
a. Mampu mendeteksi kadar pengertian subjek terhadap pertanyaan yang diajukan. Jika mereka tidak mengerti bisa diantisipasi oleh interviewer dengan memberikan penjelasan.
b. Fleksibel, pelaksanaanya dapat disesuaikan dengan masing-masing individu.
c. Menjadi stu-satunya hal yang dapat dilakukan disaat tehnik lain sudah tidak dapat dilakukan.

Menurut Yin (2003) disamping kekuatan, metode wawancara juga memiliki kelemahan, yaitu :
a. Retan terhadap bias yang ditimbulkan oleh kontruksi pertanyaan yang penyusunanya kurang baik.
b. Retan terhadap terhadap bias yang ditimbulkan oleh respon yang kurang sesuai.
c. Probling yang kurang baik menyebabkan hasil penelitian menjadi kurang akurat.
d. Ada kemungkinan subjek hanya memberikan jawaban yang ingin didengar oleh interviwer.

B.OBSERVASI

Disamping wawancara, penelitian ini juga melakukan metode observasi. Menurut Nawawi & Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian.

Dalam penelitian ini observasi dibutuhkan untuk dapat memehami proses terjadinya wawancara dan hasil wawancara dapat dipahami dalam konteksnya. Observasi yang akan dilakukan adalah observasi terhadap subjek, perilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti dan hal-hal yang dianggap relevan sehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil wawancara.

Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.

Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) salah satu hal yang penting, namun sering dilupakan dalam observasi adalah mengamati hal yang tidak terjadi. Dengan demikian Patton menyatakan bahwa hasil observasi menjadi data penting karena :
a. Peneliti akan mendapatkan pemahaman lebih baik tentang konteks dalam hal yang diteliti akan atau terjadi.
b. Observasi memungkinkan peneliti untuk bersikap terbuka, berorientasi pada penemuan dari pada pembuktiaan dan mempertahankan pilihan untuk mendekati masalah secara induktif.
c. Observasi memungkinkan peneliti melihat hal-hal yang oleh subjek penelitian sendiri kurang disadari.
d. Observasi memungkinkan peneliti memperoleh data tentang hal-hal yang karena berbagai sebab tidak diungkapkan oleh subjek penelitian secara terbuka dalam wawancara.
e. Observasi memungkinkan peneliti merefleksikan dan bersikap introspektif terhadap penelitian yang dilakukan. Impresi dan perasan pengamatan akan menjadi bagian dari data yang pada giliranya dapat dimanfaatkan untuk memahami fenomena yang diteliti 1. .

C. ANGKET ATAU KUISIONER (questionnaire)

Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertnyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Responden mempunyai kebiasaan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya.

Kuesioner merupakan metode penelitian yang harus dijawab responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan. Sebaiknya pertanyaan dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti dan kalimat-kalimat pendek dengan maksud yang jelas. Penggunaan kuesioner sebagai metode pengumpulan data terdapat beberapa keuntungan, diantaranya adalah pertanyaan yang akan diajukan pada responden dapat distandarkan, responden dapat menjawab kuesioner pada waktu luangnya, pertanyaan yang diajukan dapat dipikirkan terlebih dahulu sehingga jawabannya dapat dipercaya dibandingkan dengan jawaban secara lisan, serta pertanyaan yang diajukan akan lebih tepat dan seragam.

SUMBER:
Dinulislamjamilah
 Eko13
Ta-tugasakhir

KONVENSI NASKAH


Konvensi naskah adalah semua persyaratan formal yang sudah berdasarkan ketentuan ,aturan yang lazim dan sudah disepakati bersama dalam suatu penulisan agar tampak lebih bagus dengan segala persyaratan yang meliputi bagian – bagian pelengkap dan kebiasaan kebiasaan yang harus diikuti dalam dunia kepenulisan .
 
A. SYARAT FORMAL PENULISAN SEBUAH NASKAH
Sebuah karangan harus memenuhi tiga aspek utama persyaratan formal, yaitu : Bagian pelengkap pendahuluan , Isi karangan , Bagian pelengkap penutup . Selain itu , karangan memerlukan adanya pengorganisasian karangan
Adapun unsur-unsur dalam Penulisan Sebuah Karangan:

A. Bagian Pelengkap Pendahuluan

a. Judul Pendahuluan (Judul Sampul)
b. Halaman Judul
c. Halaman Persembahan (kalau ada)
d. Halaman Pengesahan (kalau ada)
e. Kata Pengantar
f.  Daftar Isi
g. Daftar Gambar (kalau ada)
h. Daftar Tabel (kalau ada)

B. Bagian Isi Karangan

a. Pendahuluan
b. Tubuh Karangan
c. Kesimpulan

C. Bagian Pelengkap Penutup

a. Daftar Pustaka (Bibliografi)
b. Lampiran (Apendix)
c. Indeks
d. Riwayat Hidup Penulis

Dengan pemaparan intisari sebagai berikut : 
A.  Bagian Pelengkap Pendahuluan
Bagian pelengkap pendahuluan adalah bagian yang bertugas sebagai bahan informasi bagi
para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu agar terlihat lebih menarik dan pada bagian ini tidak membahas sama sekali tentang isi dari karangan tersebut

a. Judul Pendahuluan (Judul Sampul) dan Halaman Judul
Halaman judul pendahuluan hanya mencantumkan judul karangan atau judul buku yang ditulis dengan huruf kapital dan terletak di tengah halaman agak ke atas.Halaman ini hanya tercantum nama karangan, penjelasan adanya tugas, nama pengarang (penyusun), kelengkapan identitas pengarang (kelas, nomor pokok mahasiswa ), nama lembaga (jurusan, fakultas, unversitas), nama kota, dan tahun penulisan.
Untuk memberikan daya tarik pembaca, penyusunan judul perlu memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut:
·                     Judul menggambarkan keseluruhan isi karangan.
·                     Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya.
·                     Sampul: nama karangan, penulis, dan penerbit.
·                     Halaman judul: nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, kelengkapan identitas pengarang, nama unit studi, nama lembaga, nama kota, dan tahun penulisan (dalam pembuatan makalah atau skripsi).
·                     Seluruh frasa ditulis pada posisi tengah secara simetri (untuk karangan formal), atau model lurus pada margin kiri (untuk karangan yang tidak terlalu formal).
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan makalah atau skripsi pada halaman judul:
·                     Judul diketik dengan huruf kapital
·                     Penjelasan tentang tugas disusun dalam bentuk kalimat
·                     Nama penulis ditulis dengan huruf kapital
·                     Logo universitas untuk makalah, skripsi, tesis, dan disertasi, makalah ilmiah tidak diharuskan menggunakan logo.
·                     Data institusi mahasiswa mencantumkan program studi, jurusan, fakultas, unversitas, nama kota, dan tahun ditulis dengan huruf kapital
Hal-hal yang harus dihindarkan dalam halaman judul karangan formal:
·                     Komposisi tidak menarik.
·                     Tidak estetik.
·                     Hiasan gambar tidak relevan.
·                     Variasi huruf jenis huruf.
·                     Kata “ditulis (disusun) oleh.”
·                     Kata “NIM/NRP.”
·                     Hiasan, tanda-tanda, atau garis yang tidak berfungsi.
·                     Kata-kata yang berisi slogan.
·                     Ungkapan emosional.
·                     Menuliskan kata-kata atau kalimat yang tidak berfungsi.
b. Halaman Persembahan
Bagian yang tidak terlalu penting dan jarang melebihi satu halaman, biasanya terdiri dari beberapa kata saja. Ditempatkan berhadapan dengan halaman belakang judul buku, atau berhadapan dengan halaman belakang cover buku, atau juga menyatu dengan halaman judul buku.

c. Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan digunakan sebagai pembuktian bahwa karya ilmiah yang telah ditanda-tangani oleh pembimbing, pembaca/penguji, dan ketua jurusan telah memenuhi persyaratan administratif sebagai karya ilmiah.

Judul skripsi seluruhnya ditulis dengan huruf kapital pada posisi tengah antara margin kiri dan kanan. Nama lengkap termasuk gelar akademis pembimbing materi/teknis, pembaca/penguji, dan ketua program jurusan ditulis secara benar dan disusun secara simetri kiri-kanan dan atas-bawah.Nama kota dan tanggal pengesahan ditulis di atas kata ketua jurusan.

Hal-hal yang harus dihindarkan:
·                     Menggaris-bawahi nama dan kata-kata lainnya.
·                     Menggunakan titik atau koma pada akhir nama.
·                     Tulisan melampaui garis tepi.
·                     Menulis nama tidak lengkap.
·                     Menggunakan huruf yang tidak standar.
·                     Tidak mencantumkan gelar akademis.
d. Kata Pengantar
Kata pengantar merupakan bagian karangan yang berisi penjelasan mengapa menulis sebuah karangan. Sifatnya formal dan ilmiah. Isi kata pengantar tidak menyajikan isi karangan, atau hal-hal lain yang tertulis dalam pendahuluan, tubuh karangan, dan kesimpulan. Sebaliknya, apa yang sudah tertulis dalam kata pengantar tidak ditulis ulang dalam isi karangan. Setiap karangan ilmiah harus menggunakan kata pengantar. Di dalamnya disajikan informasi sebagai berikut:
·                     Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
·                     Penjelasan adanya tugas penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).
·                     Penjelasan pelaksanaan penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).
·                     Penjelasan adanya bantuan, bimbingan, dan arahan dari seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga.
·                     Ucapan terima kasih kepada seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga yang membantu.
·                     Penyebutan nama kota, tanggal, bulan, tahun, dan nama lengkap penulis, tanpa dibubuhi tanda-tangan.
·                     Harapan penulis atas karangan tersebut.
·                     Manfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima kritik dan saran.
Hal-hal yang harus dihindarkan:
·                     Menguraikan isi karangan.
·                     Mengungkapkan perasaan berlebihan.
·                     Menyalahi kaidah bahasa.
·                     Menunjukkan sikap kurang percaya diri.
·                     Kurang meyakinkan.
·                     Kata pengantar terlalu panjang.
·                     Menulis kata pengantar semacam sambutan.
·                     Kesalahan bahasa: ejaan, kalimat, paragraf, diksi, dan tanda baca tidak efektif.
e. Daftar Isi
Daftar isi adalah bagian pelengkap pendahuluan yang memuat garis besar isi karangan ilmiah secara lengkap dan menyeluruh, dari judul sampai dengan riwayat hidup penulis yang berfungsi untuk merujuk nomor halaman dan tersusun secara konsisten dengan baik. Konsistensi ini dipengaruhi oleh bentuk yang digunakan.

f. Daftar Gambar
Bila dalam buku itu terdapat gambar-gambar, maka setiap gambar yang tercantum dalam karangan harus tertulis didalam daftar gambar. Daftar gambar menginformasikan: judul gambar, dan nomor halaman.

g. Daftar Tabel
Bila dalam buku itu terdapat tabel-tabel, maka setiap tabel yang tertulis dalam karangan harus tercantum dalam daftar tabel. Daftar tabel ini menginformasikan: nama tabel dan nomor halaman.


B. Bagian Isi Karangan
Bagian isi karangan merupakan inti dari karangan atau secara singkat dapat dikatakan karangan atau buku itu sendiri.

a. Pendahuluan

Pendahuluan adalah bab I karangan. Pendahuluan bertujuan menarik perhatian pembaca, dengan menginfokan masalah apa yang akan dibahas dari bab awal hingga akhir. Pendahuluan terdiri dari latar belakang, masalah, tujuan pembahasan, pembatasan masalah, landasan teori, dan metode pembahasan.
Untuk menulis pendahuluan yang baik, penulis perlu memperhatikan pokok-pokok yang harus tertuang dalam masing-masing unsur pendahuluan sebagai berikut:
1.                   Latar belakang masalah
2.                   Tujuan penulisan berisi target, sasaran, atau upaya yang hendak dicapai
3.                   Ruang lingkup masalah berisi pembatasan masalah yang akan dibahas.
4.                   Landasan teori
5.                   Sumber data penulisan berisi data- data yang bersesuaian dengan pembahasan
6.                   Metode dan teknik penulisan berisi penjelasan metode yang digunakan dalam pembahasan dan teknik penulisan menyajikan cara pengumpulan data.
7.                   Sistematika penulisan berisi gambaran singkat penyajian isi pendahuluan, pembahasan utama, dan kesimpulan.
b. Tubuh Karangan
Tubuh karangan atau bagian utama karangan merupakan inti karangan berisi sajian pembahasan masalah dan disinilah terletak segala masalah yang akan dibahas secara sistematis. Bagian ini menguraikan seluruh masalah yang dirumuskan pada pendahuluan secara tuntas. Kesempurnaan pembahasan diukur berdasarkan kelengkapan unsur-unsur berikut ini:
1.                  Ketuntasan materi
Materi yang dibahas mencakup seluruh variabel yang tertulis pada kalimat tesis, baik pembahasan yang berupa data sekunder (kajian teoretik) maupun data primer.
2.                   Kejelasan uraian/deskripsi
 yang terbagi tiga yaitu :
·                     Kejelasan konsep
·                     Kejelasan bahasa
·                     Kejelasan penyajian dan fakta kebenaran fakta
Hal-hal lain yang harus dihindarkan dalam penulisan karangan (ilmiah):
1.                  Subjektivitas
2.                  pembuktian pendapat tidak mencukupi
c. Kesimpulan
Kesimpulan merupakan bagian penutup dari isi karangan dan merupakan suatu intisari dari karangan mulai dari bab awal hingga akhir .Penulis dapat merumuskan kesimpulannya dengan dua cara:
1.                  Dalam tulisan-tulisan yang bersifat argumentatif, dapat dibuat ringkasan-ringkasan argumen yang penting yang sejalan dengan perkembangan dalam tubuh karangan itu.
2.                  Untuk kesimpulan-kesimpulan biasa, cukup disarikan tujuan atau isi yang umum dari pokok-pokok yang telah diuraikan dalam tubuh karangan itu. 

B.  Bagian Pelengkap Penutup
Bagian pelengkap penutup juga merupakan syarat-syarat formal bagi suatu karangan ilmiah.

a. Daftar pustaka (Bibliografi)

Daftar pustaka (bibliografi) adalah daftar yang berisi judul buku, artikel, dan bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah atau sebagian karangan. Setiap karangan ilmiah harus menggunakan daftar pustaka.

Unsur-unsur daftar pustaka meliputi:
1.                  Nama pengarang: penulisannya dibalik dengan menggunakan koma.
2.                   Tahun terbit.
3.                   Judul buku: penulisannya bercetak miring.
4.                   Data publikasi, meliputi tempat/kota terbit, dan penerbit..
5.                   Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel, nama majalah, jilid, nomor, dan tahun terbit.
Keterangan:
·                     Jika buku itu disusun oleh dua pengarang, nama pengarang kedua tidak perlu dibalik.
·                      Jika buku itu disusun oleh lembaga, nama lembaga itu yang dipakai untuk menggantikan nama pengarang.
·                      Jika buku itu merupakan editorial (bunga rampai), nama editor yang dipakai dan di belakangnya diberi keterangan ed. ‘editor’
·                      Nama gelar pengarang lazimnya tidak dituliskan.
·                      Daftar pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan urutan huruf awal nama belakang pengarang.
b. Lampiran (Apendix)
Lampiran (apendix) merupakan suatu bagian pelengkap yang fungsinya terkadang tumpang tindih dengan catatan kaki.Penyajian dalam bentuk lampiran agar tidak mengganggu pembahasan jika disertakan dalam uraian.

c. Indeks
Indeks adalah daftar kata atau istilah yang digunakan dalam uraian dan disusun secara alfabetis (urut abjad).

d. Riwayat Hidup Penulis
Buku, skripsi, tesis, disertasi perlu disertai daftar riwayat hidup. Dalam skripsi menuntut daftar RHP lebih lengkap. Daftar riwayat hidup merupakan gambaran kehidupan penulis atau pengarang. 
Kenapa saya memilih Konvensi Naskah karena semester depan saya akan membuat atau menulis Penelitian Ilmiah , karena saya harus tahu cara - caranya terlebih dahulu .


sumber : http://ati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19584/Konvensi+Naskah.doc.


Universitas Gunadarma

Universitas Gunadarma

Entri Populer